Keamanan Jaringan Komputer
Masalah keamanan
jaringan komputer secara
umum dapat dibagi menjadi empat kategori yang
saling berkaitan 17):
1. Secrecy/Confidentiality
Informasi yang
dikirimkan melalui jaringan komputer harus dijaga sedemikian rupa
kerahasiaannya sehingga tidak dapat diketahui oleh pihak yang tidak
berhak mengetahui informasi tersebut.
2. Authentication
Identifikasi
terhadap pihak-pihak yang sedang melakukan komunikasi melalui jaringan
harus dapat dilakukan. Pihak yang berkomunikasi melalui jaringan harus
dapat memastikan bahwa pihak lain yang diajak berkomunikasi adalah
benar-benar pihak yang dikehendaki.
3. Nonrepudiation
Pembuktian
korespondensi antara pihak yang mengirimkan suatu informasi dengan
informasi yang dikirimkan juga perlu dilakukan dalam komunikasi melalui
jaringan komputer. Dengan pembuktian tersebut, identitas pengirim suatu
informasi dapat dipastikan dan penyangkalan pihak tersebut atas
informasi yang telah dikirimnya tidak dapat dilakukan.
4. Integrity Control
Informasi yang diterima oleh pihak penerima
harus sama dengan informasi yang telah dikirim oleh pihak pengirim.
Informasi yang telah mengalami perubahan dalam proses pengiriman,
misalnya diubah oleh pihak lain, harus dapat diketahui oleh pihak
penerima.
Dalam
protokol stack
OSI (Open Systems Interconnection) Reference Model terdapat
beberapa kemungkinan penempatan aspek keamanan jaringan. Terdapat pula
kemungkinan bahwa aspek keamanan jaringan tidak hanya
ditempatkan pada
salah satu layer
melainkan dikombinasikan pada beberapa layer sekaligus
karena penempatan pada tiap layer memiliki keunggulan
masing-masing. Pada physical layer, kabel transmisi
dapat diamankan dengan penggunaan tabung pelapis yang berisi gas
bertekanan tinggi. Pada data link layer, paket pada
jalur point-to-point dapat
dienkripsi ketika meninggalkan sebuah mesin dan didekripsi ketika masuk
ke mesin yang lain.
Pada network layer,
penggunaan firewall
dan protokol IPsec digunakan untuk menjamin keamanan.
Pada transport layer,
koneksi dapat dienkripsi untuk menjamin kemanan antarproses (end-toend).Terakhir,
pada application
layer, aspek autentikasi dan nonrepudiation dapat dijamin
dengan algoritma pada aplikasi yang digunakan.
3. IPsec (IP Security)
Sebagaimana telah
dijelaskan sebelumnya, masalah utama yang menjadi perhatian dalam
mengimplementasikan aspek keamanan dalam jaringan komputer adalah di layer mana
aspek keamanan tersebut harus diimplementasikan. Salah satu solusi yang
menjamin tingkat keamanan paling tinggi adalah dengan
mengimplementasikan aspek keamanan pada application layer. Dengan
implementasi aspek keamanan pada layer ini maka keamanan data
dapat dijamin secara end-to-end (proses ke proses) sehingga
upaya apa pun untuk mengakses atau mengubah data dalam proses
pengiriman data dapat dicegah. Namun, pendekatan ini
membawa pengaruh
yang besar yaitu bahwa semua aplikasi yang dibangun harus ditambahkan
dengan aspek keamanan untuk dapat menjamin keamanan pengiriman data.
Pendekatan lain didasarkan bahwa tidak semua
pengguna menyadari
pentingnya aspek keamanan sehingga mungkin menyebabkan mereka tidak
dapat menggunakan fitur keamanan pada aplikasi dengan benar. Selain itu,
tidak semua pengembang aplikasi memiliki kemauan untuk menambahkan
aspek keamanan pada aplikasi mereka. Oleh karena itu, aspek keamanan
ditambahkan pada network layer sehingga fitur
kemanan dapat dipenuhi tanpa campur tangan pengguna atau pengembang
aplikasi. Pada akhirnya pendekatan kedua mendapat dukungan lebih banyak
daripada pendekatan
pertama sehingga dibuat sebuah standar
keamanan network layer yang
salah satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar